Duh Gusti...seharusnya nafas ini hanya jadi milikmu,
dalam tiap hirupan, dalam tiap hembusan, dalam tiap tarikan,
milikmu...HANYA milikMu, tapi
Aku tak pernah berdaya di hadapanMu, aku hanya makhlukmu
paling lemah, ciptaanMu yang paling naas,
Duh Engkau Yang Menaungi Langit Dan Bumi...sayap-sayap
pengharapanku terbang ke arahmu dan sekejap itu pula jiwa ku enggan
berpisah dari dirinya...
Duh Dzat yang tiap anak Adam akan kembali padaMu,
aku kan kembali padaMu jua, namun aku tak bisa pergi
dari lembut bayangnya...
Aku makin rapuh, lemah, ingatanku mulai uzur,
tetap saja aku makin tak bijak, aku makin hilang akal,
Duh Engkau yang mengetahui segala sesuatu, aku tak mampu
biarlah kusandarkan segalanya padaMu, hanya padaMu